Jamaah

Tempat ke2 Masjid terbaik Daerah Hulu Selangor 2011

Tempat ke2 Masjid terbaik Daerah Hulu Selangor 2011
;
;
MASJID AR-RAHMAH, Sg. Buaya
Sangat memerlukan dana bagi menampung pengajian , maintanence dan pembangunan demi kelangsungan agenda pengislahan dan dakwah kami :
Disalur terus :
1- Sdr. Wan Hairul Anuar (Nazir) - 019 335 0466
2- Sdr. Norhisham (Bendahari) - 019 213 1405
3- Affin Islamik Bank (Rawang) - Acc. No. 105430000711

SURAU AL-IKHWAN, Bdr. Sg. Buaya
Sangat memerlukan dana bagi menampung pengajian , maintanence dan pembangunan demi kelangsungan agenda pengislahan dan dakwah kami :
Disalur terus :
1- Tn. Hj. Abd. Rahman (Pengerusi) - 019 303 7383
2- Sdr. Yazid Adam (Bendahari) - 013 609 2972
3- Bank Muamalat (Rawang) - Acc. No. 12010000718711

Kuliah Maghrib Bulanan Masjid Ar-Rahmah pimpinan Al-Fadhil Ustaz Awang Mamat (JAKIM) setiap Isnin minggu ke 3 setiap bulan bermula malam ini Isnin 18.10.2010

Selasa, 4 Ogos 2009

ADAT PELIK; JATUHKAN BAYI DARI ATAP MASJID

Ritual Jatuhkan Bayi dari Atap Masjid Dikecam
NEW DELHI, KOMPAS.com-Sejumlah kelompok aktivis anak mengecam pemerintah lokal di India yang mengizinkan ratusan bayi dijatuhkan dari atap masjid dalam sebuah ritual mengalap berkah.Dalam kepercayaan rakyat India utara, ritual itu diyakini membuat si bayi sehat dan keluarganya mendapat kemakmuran. Sejauh ini tidak ada laporan bayi-bayi itu cedera karena sebuah seperai telah dibeber di lokasi jatuhnya sang bayi. Namun, tetap saja ritual itu dianggap tidak berperikemanusiaan.Ritual nyeleneh ini berlangsung di Baba Umer Durga, tempat yang disucikan umat Muslim setempat. Keyakinan tersebut telah berlangsung hampir 700 tahun dan diikuti ratusan orang setiap tahun baik umat Hindu maupun Muslim.Bayi-bayi itu biasanya berusia di bawah dua tahun. Mereka kemudian dijatuhkan dari ketinggian 15 meter dan jatuh di sebuah seperai yang dipegangi orangtua bayi atau peserta lain.Sejumlah saluran televisi menayangkan bayi-bayi itu menjerit ketakutan saat mereka diayun-ayunkan kemudian dijatuhkan. Para aktivis anak mengungkapkan kegeramannya setelah menyaksikan saluran televisi Headlines Today menayangkan bayi-bayi itu terjatuh."Ini menunjukkan kegagalan pemerintah mencegah praktek ini dan menciptakan kesadaran tentang kesehatan anak-anak," kata Ranjana Kumari, seorang aktivis HAM di New Delhi. "Ini juga merefleksikan minumnya akses layanan kesehatan yang memaksa warga meyakini hal irasional ini," kata Kumari kepada AP.Komisi Nasional Perlindungan Hak Anak India mengeluarkan surat peringatan, Kamis (30/7), ditujukan kepada pemerintahan lokal di Sholapur dan mulai menyelidiki praktek ritual ini.
usinkata; adat atau ritual ini sudah berlangsung selama 700 tahun...dimana para ulama dinegara tersebut....dunia akhir zaman....

Tiada ulasan:

Catat Ulasan