Jamaah

Tempat ke2 Masjid terbaik Daerah Hulu Selangor 2011

Tempat ke2 Masjid terbaik Daerah Hulu Selangor 2011
;
;
MASJID AR-RAHMAH, Sg. Buaya
Sangat memerlukan dana bagi menampung pengajian , maintanence dan pembangunan demi kelangsungan agenda pengislahan dan dakwah kami :
Disalur terus :
1- Sdr. Wan Hairul Anuar (Nazir) - 019 335 0466
2- Sdr. Norhisham (Bendahari) - 019 213 1405
3- Affin Islamik Bank (Rawang) - Acc. No. 105430000711

SURAU AL-IKHWAN, Bdr. Sg. Buaya
Sangat memerlukan dana bagi menampung pengajian , maintanence dan pembangunan demi kelangsungan agenda pengislahan dan dakwah kami :
Disalur terus :
1- Tn. Hj. Abd. Rahman (Pengerusi) - 019 303 7383
2- Sdr. Yazid Adam (Bendahari) - 013 609 2972
3- Bank Muamalat (Rawang) - Acc. No. 12010000718711

Kuliah Maghrib Bulanan Masjid Ar-Rahmah pimpinan Al-Fadhil Ustaz Awang Mamat (JAKIM) setiap Isnin minggu ke 3 setiap bulan bermula malam ini Isnin 18.10.2010

Jumaat, 19 Februari 2010

Abu Bakar As Shiddik : aku bukan yang terbaik

Jarjani Usman/Serambi Indonesia.

“Aku telah diangkat menjadi pemimpin kalian, padahal aku bukan yang terbaik diantara kalian. Oleh karena itu, jika aku benar bantulah aku dan jika aku berbuat salah tegurlah (luruskanlah) aku” (Abu Bakar ash-Shiddiq r.a.).

Itulah bunyi pidato Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. ketika diangkat menjadi Khalifah. Isi pidato tersebut menunjukkan bahwa Abu Bakar menganut sistem pemerintahan dengan manajemen terbuka. Dalam manajemen terbuka, berbagai masukan, apalagi yang sifatnya membangun atau memberi dampak baik, akan ditampung.

Meskipun banyak kebaikannnya, manajemen seperti ini resikonya tidak sedikit. Sebab, dalam memberi masukan, tidak semua orang mampu melakukannya dengan cara-cara yang damai sebagaimana dianjurkan dalam Al-Qur’an. Disebutkan dalam kitab suci itu, kalau memberi peringatan, perlu dilakukan dengan cara-cara yang baik dan penuh hikmah. Samasekali tidak dianjurkan melaksanakan dengan perbuatan-perbuatan yang bisa memicu terjadinya kekerasan dan memusnahkan persatuan umat, meskipun tidak sedikit orang melakukannya, sengaja atau tidak. Apalagi, hal-hal seperti itu biasanya menyisakan dendam, yang seringkali berkepanjangan.

Lebih beresiko lagi kalau orang-orang yang diberi masukan kurang siap untuk menerimanya, apalagi yang disampaikan oleh orang-orang yang beragam latar belakang pendidikan dan wataknya. Perlu kesiapan dalam bentuk kesabaran yang sangat tinggi.

Kalau mengikuti isi pidato Abu Bakar itu sekarang ini, kiranya perlu keterbukaan dari dua pihak yang menyampaikan dan menerima masukan. Ketika menyampaikan masukan, jangan berharap akan ada penampung yang sekelas Abu Bakar. Dalam menerima masukan, juga jangan berharap semua orang yang menyampaikannya memiliki latar belakang pengetahuan yang sama baiknya.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan